Cinta Pelangi

Poem By Sivananthan Manoharan

Di atas papan kekunci itu hentakan jemarinya berlabuh perlahan,
Di waktu mentari mulai sepi penat bersinar,
Kelipan bintang mewarnai langit malam,
Berpuisi indah menerbit ketenangan.

Dahan usang mengagguk pabila disapa bayu lemah,
Menunggu retak menjadi teladan,
Patukan pahat paruh belatuk mengukir bulatan,
Meski usang ia memberi harapan.

Kedinginan suhu meresap sepi ke tulang hitam,
Jantungku terjaga daripada lamunan,
Telefon bimbit lantas digenggam,
Cebisan hatiku diselimuti rasa keriangan.

Seperti keindahan lembah bunga Hallerbos Belgia,
Bagaikan keindahan Pantai Pink Pulau Komodo Indonesia,
Bak gunung Fuji disulami jutaan permaidani salji,
Hatiku mekar, segar tatkala ayatmu meresapi hati.

Apakah penyatuan ini yang ku harapkan?
Adakah penyatuan ini yang kau harapkan?
Atau apakah penyatuan ini yang kita harapkan?
Namun yakin ini yang tuhan harapkan! !

Hati ini pernah dikelar seribu,
Sungai tangisan pernah mengalir beribu,
Ayatmu bukan menguntum seribu,
Kehadiranmu bak menguntum beribu.

Jikalau ini benar dan benar-benar,
Ayuh dikumpul titisan-titisan madu perlahan,
Nescaya suatu hari nanti,
Deretan pasir pantai menjadi kegulaan,
Kemasinan laut menjadi kemanisan,
Ombak laut mengukir kerinduan! !

Comments about Cinta Pelangi

Thanks for the comment. It's my own work. No plagiarism.
Indonesian, Love The Rainbow, such as a Google translation of poem's text shows.


Rating Card

4,0 out of 5
1 total ratings

Other poems of MANOHARAN

Wahai Gadis

Di pertengahan semester yang lalu,
Kurenungi wajahmu mendalam,
Wajahmu mekar di kamar hatiku,
Membisik sesuatu menusuk mendalam.