Wahai Gadis

Poem By Sivananthan Manoharan

Di pertengahan semester yang lalu,
Kurenungi wajahmu mendalam,
Wajahmu mekar di kamar hatiku,
Membisik sesuatu menusuk mendalam.

Dari jauh kurenungi bebola hitam putihmu,
Lautan ombak merah menghiasi bibir halusmu,
Mataku tertacap kemas tubuhmu,
Wahai gadis siapakah dirimu?

Kupercaya dan masih lagi kupercaya,
Kurenungi mutiara hitammu yang terbenam di lautan putih,
Kulihat dunia, kulihat segala,
Kulihat dirimu kulihat diriku.

Ku mahu bina sebuah mahligai,
Ku pasti bahagiamu menanti,
Ku berjanji cintaku sehidup semati,
Cintaku bukan bagai mimpi pulang pagi.

Landasan ini landasan kita,
Landasan ini mencorak segala,
Ku sangka pagi sudah menjelma,
Hitam rambutmu menafikan segala.

Di persimpangan itu langkahmu terhenti,
Menoleh melihatku sepi,
Senyumanmu indah menguntum bak puteri,
Langkahku terhenti, uratku mati.

Rabu menjelma, Selasa menyepi, Khamis menanti,
Hatiku rindu menghitung hari,
Ke kanan ke kiri langkahmu meniti,
Menanti jawapan dari bibir mungilmu ini.

Comments about Wahai Gadis

There is no comment submitted by members.


Rating Card

5 out of 5
0 total ratings

Other poems of MANOHARAN

Cinta Pelangi

Di atas papan kekunci itu hentakan jemarinya berlabuh perlahan,
Di waktu mentari mulai sepi penat bersinar,
Kelipan bintang mewarnai langit malam,
Berpuisi indah menerbit ketenangan.